Ada Apa dengan Impor Beras?

Impor Beras BULOG (Sumber : google.com)
Impor Beras BULOG (Sumber : google.com)

Beras merupakan makanan pokok sebagian besar penduduk negara kita, Indonesia. Beras menjadi “mesin” utama kemajuan bangsa kita. Bayangkan, kalau tidak ada beras, maka tidak ada nasi. Kalau tidak ada nasi, maka kita tidak makan. Dan kalau kita tidak makan, negara kita lama-kelamaan akan hancur. Ya, bisa dikatakan beras atau makanan pokok menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Para tokoh besar sering bilang, “kalau ingin melihat kemajuan suatu bangsa, lihatlah kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan kualitas pangan di negaranya sendiri.” Bagaimana dengan Indonesia? Mari kita berefleksi.

Yang perlu kita ubah mindset tentang beras ialah, masalahnya bukan terletak pada luas lahan sawah padi yang kita punya. Menurut data BPS, luas lahan sawah tahun 2013 di pulau Jawa dan Bali ialah rata-rata 900.000 ha, dan di pulau Kalimantan dan Sumatera rata-rata seluas 260.000 ha. Belum termasuk yang ada di pulau Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua. Sungguh, negara kita sangat kaya! Dan kalau secara logika, mestinya negara kita menjadi pengekspor beras nomer wahid di seluruh dunia! Tapi mengapa kita masih saja melakukan impor beras?

Ternyata ada beberapa penyebab utama masalah ini: pola pikir petani yang tidak selaras dan se-visi dengan program pemerintah, ketidakseriusan dan kurangnya perhatian pemerintah untuk menggencarkan swasembada pangan, serta kurangnya subsidi dan distribusi soal per-beras-an. Lantas bagiamana solusinya? Solusinya adalah: bersyukur! Bagaimana caranya? Dengan bersyukur kita akan tergerak untuk menggencarkan program pendidikan dan penyuluhan untuk petani, menjembatani petani dengan pemerintah, dan menjadi pengusaha beras yang bisa membantu swasembada pangan. Ada banyak jalan menuju Roma, maka ada banyak jalan pula menuju kesuksesan penyelesaian masalah (Ilmiasa BA’13)

Ditulis dari hasil kajian rumpun pangan KM-ITB 16 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *