LA NINA – Berkah atau Bencana?

Banjir La Nina (Sumber : abc.net.au)
Banjir La Nina (Sumber : abc.net.au)

Pertanian Indonesia memang sering disapa hangat oleh fenomena yang satu ini. Ya, apalagi kalau bukan La Nina. Menurut kabar dari Menteri Pertanian dan BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika),  La Nina berlangsung selama tiga bulan di Indonesia pada tahun 2016 lalu. Anomali cuaca tersebut, akan dimulai pada bulan Juli dan berakhir pada bulan September. Nah, perlu bagi kita untuk memahami La Nina ini terutama dampaknya pada bidang pertanian. Langsung saja, simak yang berikut ini!

Apa itu La nina?

Kondisi La Nina (Sumber : google.com)
Kondisi La Nina (Sumber : google.com)

La Nina merupakan kondisi anomali cuaca yang terjadi di daerah Samudra Pasifik dan Indonesia bagian timur. La Nina merupakan hujan yang sangat lebat yang turun pada musim kemarau. La Nina dapat terjadi karena suhu pada Indonesia bagian timur lebih tinggi daripada suhu di Samudra Pasifik sehingga penguapan air laut menjadi tinggi dan dapat menurunkan hujan lebat dan berkepanjangan di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

Apa dampaknya?

La Nina (Sumber : google.com)
La Nina (Sumber : google.com)

Pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Fenomena La Nina dapat berdampak pada peningkatan intensitas air sehingga menimbulkan banjir serta gangguan hama dan penyakit bagi tanaman. Banjir yang terjadi di areal sawah berdrainase buruk dapat mengakibatkan gagal panen dan gangguan hama timbul akibat cuaca yang lembab dan basah. Sisi positifnya, fenomena ini dapat mengurangi kasus kekeringan dan meningkatkan luas panen terutama pada lahan sawah tadah hujan.

Bagaimana Strategi menghadapinya?

Saat ini, Pemerintah telah menyiapkan strategi berupa percepatan tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai. Hal ini dimaksudkan untuk memasok curah hujan agar siap pada akhir tahun. Selain itu, dilakukan pula normalisasi jaringan irigasi primer &sekunder, persiapan pompa- pompa pembuangan air serta pembangunan sumur untuk menyerap air di daerah rawan banjir. Dengan demikian gagal panen dapat dihindari.

(Dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *