Berkenalan dengan Si Kecil Microgreen!

Hello, Agriyouth! Tahukah kamu apa itu microgreen? Microgreen diambil dari kata “micro” yang berarti kecil atau mini, dan “green” yang berarti hijau atau untuk menyebut istilah sayur. Microgreen merupakan sayur mini yang dipanen pada umur yang masih muda, yaitu sekitar 7-14 hari setelah semai. Microgreen ini sudah populer di Amerika, sehingga benih-benih yang dipakai untuk menanam microgreen adalah sayur-sayur mini yang asalnya dari Amerika. Jenis-jenis sayur tersebut antara lain selada (lettuce), lobak (radish), basil (kemangi), kol merah (red cabbage), seledri (celery), peterseli (parsley), dan sebagainya.

Microgreen (Sumber : google.com. Photos by MSU Extension Service/Gary Bachman)
Microgreen (Sumber : google.com. Photos by MSU Extension Service/Gary Bachman)

Microgreen berbeda dengan kecambah karena microgreen sudah mempunyai daun dan batang yang lebih menyerupai sayuran. Selain itu, kecambah tumbuhnya di air, sedangkan microgreen sengaja ditanam dan ditumbuhkan di media tumbuh. Microgreen mempunyai sumber vitamin, mineral, dan beat karoten yang lebih tinggi dibandingkan sayuran biasa itu sendiri pada umur dewasa. Oleh karena itu microgreen sangat dianjurkan untuk dikonsumsi masyarakat kita karena kandungan gizinya yang lebih tinggi serta penanamannya yang lebih praktis, efisien, dan mudah.

Cara menanamnya pun sangat mudah.

  1. Siapkan wadah tanam (misalnya tray brownies atau plastik), benih microgreen, media tumbuh (bisa memakai tanah, cocopeat+sekam bakar, rockwool, kapas, atau spons), dan air atau nutrisi cair.
  2. Isi wadah tersebut dengan media tumbuh, taburkan dengan benih secara rapat dan merata, lalu siram dengan air atau nutrisi.
  3. Tunggu sekitar 7-14 hari.
  4. Microgreen dapat langsung dipanen dengan cara digunting batangnya. Dapat pula langsung dimakan, ditumis, atau dijadikan sebagai salad.

**Disadur dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *