KASURA 3.0: Memperingati Hari Gizi Nasional ke-60

Tahukah kalian apa itu hari gizi?

Hari gizi adalah hari yang diperingati untuk menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak, untuk bersama membangun gizi menuju bangsa yang sehat berprestasi melalui gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan.

Hari gizi diperingati setiap tahunnya pada tanggal 25 Januari. Hal itu disebabkan ketika pada masa kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945, gizi masyarakat Indonesia masih buruk. Kemudian ditunjuklah Prof. Poorwo Soedarmo (Bapak Gizi Indonesia) oleh Menteri Kesehatan J. Leimena sebagai ketua Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Selanjutnya LMR membentuk Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 25 Januari 1951 dan karena jasa Sekolah Juru Penerang Makanan ini, maka setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai “Hari Gizi dan Makanan Nasional”.

Hari Gizi Nasional ke-60 ini bertemakan Gizi Optimal untuk Generasi Milenial, tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan generasi milenial untuk sadar gizi dan kesehatan, perlunya pengembangan SDM dalam pembangunan kesehatan yang berkelanjutan melalui perbaikan gizi masyarakat khususnya gizi pada remaja, dan Indonesia pada saat ini sedang dihadapi dengan masalah “triple burden” yaitu stunting (pendek) dan wasting (kurus) yang masih tinggi.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terdapat 3 diantara 10 balita mengalami stunting (pendek), 1 diantara 10 balita wasting (kurus), 1 diantara 10 balita obesitas, 1 diantara 2 ibu hamil mengalami anemia, serta 3 diantara 10 remaja mengalami anemia

(Riskesdas 2013-2018)

Apa itu GMO?

GMO (Genetically Modified Organism) adalah proses perubahan genetik dari suatu organisme dengan teknik rekayasa genetik. GMO telah dimanfaatkan dalam memodifikasi berbagai jenis produk pangan maupun non pangan. Terdapat beberapa pro dan kontra mengenai GMO

Sumber: medicalnewstoday.com

Faktanya, produk GMO yang akan dilepas ke masyarakat harus melewati serangkaian tes terlebih dahulu. Indonesia telah melakukan pengawasan GMO di bawah Kementerian Pertanian serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga produk GMO tetap berada dalam batas aman.

Tidak hanya pada manusia, peningkatan gizi pun perlu dilakukan pada tanaman, terutama tanaman pangan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan penggunaan pupuk dan biofortifikasi. Biofortifikasi adalah salah satu metode utama fortifikasi pangan dengan cara membiakkan tanaman untuk meningkatkan nilai nutrisinya, yang dapat dicapai dengan pemuliaan selektif konvensional. Contoh dari produk biofortifikasi adalah golden rice, mi jagung, garam, produk susu, dan lain sebagainya.

Selain itu, metode utama fortifikasi pangan adalah biologi sintetis serta fortifikasi komersial dan industri. Biologi sintetis adalah penambahan bakteri probiotik ke makanan. Fortifikasi komersial dan industri adalah makanan masak biasa, seperti tepung, beras, dan minyak.

Lalu apa yang telah dilakukan Indonesia?

Sejauh ini, Indonesia telah melakukan beberapa upaya, yaitu:

  1. mengadakan program pendidikan dan pelatihan gizi
  2. mengadakan program pengawasan makanan dan minuman
  3. mengadakan program penelitian dan pengembangan gizi
  4. mengadakan program diversifikasi pangan, serta program pembangunan lainnya di sektor pendidikan, kependudukan dan keluarga sejahtera, agama, industri, dan perdagangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *